tips-memilih-pusat-rehabilitasi-detoks
Banyak orang mengaku kesulitan saat harus memilih pusat rehabilitasi alkohol, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang terdekat. Prosesnya sering terasa rumit, melelahkan, dan membingungkan.
Mendapatkan layanan yang benar-benar baik memang tidak selalu mudah. Di tengah meningkatnya penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, bidang perawatan kecanduan juga mengalami banyak perubahan. Sayangnya, di antara perkembangan itu, ada pula praktik yang tidak etis dari sebagian penyedia layanan rehabilitasi yang lebih mengejar keuntungan finansial.
Keadaan seperti ini membuat pasien dan keluarga sering berada dalam situasi penuh kebingungan saat mencoba mencari tempat perawatan yang benar-benar efektif. Untuk mendapatkan gambaran tentang cara menemukan pusat perawatan kecanduan yang sesuai, sumber ini juga merujuk ke. Saat mencari pusat perawatan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Akreditasi dan sertifikasi
Pusat rehabilitasi yang memiliki rekam jejak baik biasanya sudah mengantongi akreditasi dari Komisi Akreditasi Fasilitas Rehabilitasi atau CARF, serta dari lembaga akreditasi Joint Commission. Lembaga-lembaga ini bekerja secara independen sebagai organisasi nirlaba yang menilai dan mengevaluasi mutu, standar, serta nilai hasil kerja suatu fasilitas.
Selain itu, periksa juga apakah pusat tersebut memiliki izin resmi dari negara bagian. Izin negara bagian dan akreditasi bukan hal yang sama, karena masing-masing wilayah bisa memiliki persyaratan perizinan yang berbeda. Biasanya, informasi ini dapat dilihat langsung di situs resmi fasilitas rehabilitasi tersebut.
Pusat rehabilitasi narkoba yang memasarkan layanan dan programnya di berbagai platform seperti Google dan Facebook melalui LegitScript juga disebut telah tersertifikasi. Hal ini bisa membantu Anda mengenali fasilitas yang memenuhi persyaratan hukum.
Kredensial dan lisensi staf klinis
Pastikan fasilitas rehabilitasi yang dipilih memiliki tenaga profesional yang berlisensi dan terakreditasi. Akreditasi dan sertifikasi menjadi tanda bahwa layanan mereka sudah memenuhi standar nasional dalam praktik profesional.
Sebaliknya, bila sebuah pusat rehabilitasi mempekerjakan staf tanpa kredensial dan lisensi yang jelas, itu bisa menjadi pertanda bahwa mereka tidak memiliki pelatihan yang memadai dan kurang berpengalaman dalam menangani pengobatan untuk kecanduan secara efektif.
Beberapa kredensial yang bisa diperiksa antara lain LADC, yaitu konselor alkohol dan narkoba berlisensi; CCDP, yaitu konselor bersertifikat untuk gangguan yang terjadi bersamaan; LPC, yaitu konselor profesional berlisensi; serta CAC, yaitu konselor adiksi bersertifikat.
Tim perawatan multidisiplin
Pusat rehabilitasi dengan mutu terbaik, terutama untuk program rawat inap bagi kecanduan narkoba dan zat lainnya, umumnya memiliki tim perawatan multidisiplin. Tim seperti ini mampu menangani masalah pasien secara menyeluruh, mulai dari aspek pikiran, tubuh, hingga sisi batin. Dengan pendekatan itu, pasien bisa memperoleh rencana perawatan yang disusun secara khusus sesuai kebutuhannya.
Setiap anggota tim seharusnya memiliki izin praktik yang sah. Karena itu, Anda juga perlu waspada terhadap fasilitas yang membebankan terlalu banyak peran kepada staf yang sama.
Tim perawatan multidisiplin idealnya mencakup tenaga profesional seperti berikut:
- Perawat
- Konselor pendampingan spiritual
- Ahli gizi
- Spesialis kebugaran dan kesejahteraan
- Dokter
- Konselor ketergantungan zat
- Psikiater
- Psikolog
Layanan kesehatan mental
Sebagian besar orang yang mengalami kecanduan alkohol juga memiliki kondisi kesehatan mental yang muncul bersamaan, seperti depresi atau gangguan kecemasan. Karena itu, mereka membutuhkan penanganan yang tepat dengan diagnosis ganda yang akurat.
Pasien dengan diagnosis ganda memerlukan perawatan yang menangani kecanduan sekaligus masalah kesehatan mental yang menyertainya pada waktu yang sama. Artinya, pasien seperti ini sebaiknya hanya mempertimbangkan fasilitas yang menyediakan layanan lengkap dan didukung tenaga medis spesialis agar kondisi tersebut dapat ditangani dengan baik.
Tingkat keberhasilan perawatan
Banyak penyedia layanan rehabilitasi tidak benar-benar mengukur hasil akhir pengobatan kecanduan. Kalaupun ada yang mengukurnya, hasilnya tidak selalu konsisten. Salah satu penyebabnya adalah karena arti “keberhasilan” bisa berbeda-beda di antara masing-masing penyedia rehabilitasi.
Anda juga perlu berhati-hati terhadap fasilitas yang mengklaim mampu memberikan hasil sembuh total atau tingkat keberhasilan 100 persen. Klaim seperti itu bisa menyesatkan, karena keberhasilan rehabilitasi tidak pernah bisa dijamin sepenuhnya akan mengubah seseorang yang mengalami kecanduan secara total.
Namun, bila sebuah pusat rehabilitasi memang mencantumkan angka keberhasilan, data tersebut seharusnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang telah melalui penelaahan sejawat.
